Kebudayaan Toraja tentang upacara Adat Kematian

wisata tanah toraja

Hallo sobat semua, gimana kabarnya hari ini semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagian  ya…

Pernah dengar atau melihat langsung tanah toraja yang ada di Sulawesi Selatan Indonesia?

Sulawesi Selatan itu ada 4 Suku yaitu :

  1. Suku Mandar
  2. Suku Makassar
  3. Suku Bugis
  4. Suku Toraja

Untuk Suku Toraja sendiri masih memiliki alam dan udara yang masih sejuk,  terkenal dengan adat budayanya apalagi tentang Rambu Solo’ (Upacara Kematian). Ada yang membuat bulu kuduk kalian merinding apabila melihat orang meninggal di Toraja (bukan menjadi setan atau makhluk halus),karena ada yang menyimpan jasad orang meninggal selama 30 tahun loh tetapi ada juga yang tidak lama disimpan. Jika Jasad orang meninggal belum dikubur masih dinyatakan orang sakit ( Tomakula’) apabila keluarga masih mengikuti ajaran lama Alu’todolo (agama leluhur) walaupun keluarga sudah mempunyai agama. Jasad tersebut masih diberi makan dan minum, apabila 3 hari sebelum diupacarakan jasad yang sebelumnya menghadap timur (kaki) barat ( kepala) akan diputar menghadap ke Utara (kepala) selatan (kaki) baru resmi dinyatakan meninggal dunia.

Untuk proses upacara sendiri terdapat banyak perbedaan adat sesuai aturan yang ada, karena di Toraja sendiri mempunyai 32 adat wilayah. Proses upacara adat ini  sangat rumit, persiapan dan perencanaan maximal 3 bulan, mulai dari pemotongan bambu ,pembuatan pondok (lantang),pembuatan la’kian (tempat jasad orang meninggal pada saat upacara adat akan berlangsung /tempat sementara jasad orang meninggal. Sebelum proses itu ada proses awal lagi yaitu ma’parokko Alang (lumbung) dimana jasad orang meninggal yang ada di tongkonan (rumah adat) pindah ke Alang (lumbung) selama 3 malam setelah itu baru ke la’kian (Ma’pasonglo’). Untuk proses upacara adatnya bagi yang mampu dapat menelan puluhan kerbau bahkan ada yang sampai 24 kerbau ( Sapu Randannan ).

Jika ingin membawa anggota keluarga ke Rante (tanah tongkonan)dan menanam batu simbuang harus menyiapkan 24 kerbau untuk dipotong dan kerbau itu harus lengkap tanda-tanda tersendiri (tedong=kerbau).

Jenis –jenis tedong (kerbau) terdiri dari :

  1. Tedong Salego
  2. Tedong Balian
  3. Tedong Bonga
  4. Tedong Todi’
  5. Tedong Pudu’

Dimana kerbau ini akan diberikan kepada para pemangku adat untuk dijajarkan sesuai adat yang berlaku,  dan setelah kerbau diberi ke pemangku adat (sorong Tama Pa’rapuan) maka kerbau  itu sudah dinyatakan bukan milik anak cucu yang meninggal, bahkan dinyatakan kerbau sudah mati setelah proses berlangsung maka jasad orang meninggal akan dikuburkan.

Di Toraja ada upacara adat Rambu solo’  dan harus menyiapkan kerbau sebanyak 1,3 dan seterusnya  (sesuai wilayah adat) tidak boleh bilangan genap karena pembagian itu dan  ada filosofinya yaitu 1 kerbau berarti hanya mampu dimakan bersama , kalau 3 maka pembagian 1 kerbau untuk dimakan bersama, 1 kerbau untuk diberikan ke tempat kelahiran istri orang yang meninggal dan yang 1 kerbau diberikan ke tempat suami yang meninggal seperti itu terus jajarannya.

Nah di Toraja itu ada beberapa macam kuburan dan jajaran yaitu :

  1. Kuburan liang ( Goa batu alami)
  2. Kuburan Erong (mirip peti kayu)
  3. Liang Pa’
  4. Kuburan Modern (Beton)

Untuk membuat kuburan batu yang dipahat (liang Pa’)  maka pembuat atau penggali Liang Pa’ tidak boleh dan tidak diperkenakan untuk pulang ke rumah, dikhawatirkan akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti kemasukan Arwah dan lain-lain. Apabila jasad sudah dikuburkan di dalam batu yang telah dibuat maka ditutup dengan menggunakan pintu setiap liang jasadnya dan jika jasad sudah dikuburkan dengan waktu yang cukup lama maka kerangka jasad dapat dipindahkan ke luar liang Pa’ dengan melihat pintu liang apakah sudah dimakan rayap, itu pertanda jasad sudah bisa dipindahkan ke luar liang Pa’.  Untuk mengeluarkan kumpulan kerangka jasad harus dilakukan ritual terlebih dahulu, begitu pula apabila kerangka jasad akan dimasukkan ke liang Pa’ kembali.

Selain itu pada bulan Agustus ada upacara ma’nene’ yaitu pergantian baju jenazah atau penjemuran jasad orang yang sudah meninggal.

Banyak sekali adat istiadat di Indonesia, untuk di tanah toraja sendiri kematian merupakan simbol dari balas budi terhadap orang tua yang telah bersusah payah mengandung, melahirkan dan membesarkan. Sehingga orang toraja mencari uang selagi masih hidup untuk membiayai kematian yang amat mahal ini

Upacara Adat Kematian

Nah jika sobat ingin mengetahui lebih dekat ayo ke Toraja , dengan adat dan keunikan alamnya yang masih Asri . Kurre Sumanga’  itulah sapaan orang Toraja untuk mengucapkan terima kasih.

Diterbitkan oleh marlinajourney

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, kenalin aku biasa disapa inna cewe betawi yang bukan penulis bukan traveller sejati hanya ingin keluar dari zona nyaman yang selama ini kuhadapi, mau mencoba dan belajar menuliskan apa yang kurasakan, kulihat dan kudengar sehingga menjadi catatan perjalananku selama hidup di dunia yang fana ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat Situs Web Gratis dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: